Rabu, 28 Juli 2010

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas ekspor yang bernilai cukup tinggi dalam sektor perikanan. Permintaan konsumen terhadap udang windu tidak pernah surut bahkan menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut Suyanto dan Takarina (2009), permintaan konsumen dunia terhadap udang rata-rata naik sekitar 11,5% pertahun. Sehingga peluang bisnis budidaya udang windu cukup menjanjikan baik dalam subsistem pembenihan, pendederan maupun pembesaran.
Mencapai ukuran konsumsi kegiatan pembesaran sangat penting dilakukan. Udang windu (Penaeus monodon) termasuk salah satu jenis hasil perikanan yang cukup penting dalam menujang penerimaan devisa Negara melalui komoditi non migas. Karena harga udang windu mahal dan pemasaranya cukup terbuka luas dipasaran internasional. Sehingga banyak orang yang melakukan pembesaran udang windu.
Berdasarkan kenyataan dilapangan teknis budidaya udang windu tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala-kendala yang sering dihadapi para pembudidaya udang windu, misalnya dalam kegiatan pembesaran. Rendahnya benih yang sehat menjadi salah satu kendala dalam menghasilkan udang ukuran konsumsi. Hal ini disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan para petambak udang windu dalam memilih benih yang sehat. Ini terjadi pada saat benih udang windu belum ditebar ke tambak.
Pemilihan benih udang windu yang sehat merupakan salah satu penentu keberhasilan pada kegiatan pembesaran. Berdasarkan kenyataan dilapangan apabila benih yang ditebar ke dalam tambak terserang penyakit maka menyebabkan penularan ke benih lain sehingga menyebabkan kematian secara perlahan maupun massal.
Upaya mengatasi hal tersebut telah banyak dilakukan oleh para petambak udang windu. Salah satu cara pemilihan benih yang sehat yaitu melakukan perendaman dengan formalin. Namun selama ini para petambak udang windu hanya sekedar melakukan perendaman tanpa memperhatikan dosis yang sesuai. Oleh karena itu penulis mencoba melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui dosis formalin yang optimal.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah perendaman benih dengan formalin mempunyai potensi untuk menonaktifkan bakteri dan hama penyakit?
2. Apakah perbedaan perendaman dosis formalin akan mempengaruhi tingkat kehidupan udang windu?
3. Berapakah dosis formalin yang optimal untuk mendapatkan benih yang sehat?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui potensi perendaman benih dengan formalin sebagai bahan yang dapat menonaktifkan bakteri dan hama penyakit.
2. Untuk mengetahui pengaruh perendaman dengan dosis formalin yang berbeda terhadap tingkat kehidupan udang windu.
3. Untuk mengetahui perendaman dengan dosis formalin yang optimal untuk mendapatkan benih yang sehat.

1.4 Manfaat Penelitian
1. Sebagai informasi bagi para petambak udang windu untuk mendapatkan benih yang sehat.
2. Sebagai sumbangan pemikiran untuk kebutuhan dan kepentingan referensi Politeknik Negeri Jember.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar