Jumat, 23 Juli 2010

MEMBUAT PAKAN IKAN BUATAN

MODUL PROGRAM KEAHLIAN
BUDIDAYA IKAN
KODE MODUL SMKP2L01-06BIK
MEMBUAT
PAKAN IIKAN BUATAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
PROYEK PENGEMBANGAN SISTEM DAN STANDAR PENGELOLAAN SMK
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN JAKARTA
2001
MODUL PROGRAM KEAHLIAN
BUDIDAYA IKAN
KODE MODUL SMKP2L01-06BIK
(Waktu : 95 Jam)
MEMBUAT
PAKAN IIKAN BUATAN
Penyusun :
Dr. Masyamsir, Ir., MS
Tim Program Keahlian Budidaya Ikan
Penanggung Jawab :
Dr.Undang Santosa,Ir.,SU
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
PROYEK PENGEMBANGAN SISTEM DAN STANDAR PENGELOLAAN SMK
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN JAKARTA
2001
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan i
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat-Nya-lah
penulis dapat menyelesaikan modul “Membuat Pakan Ikan Buatan”.
Modul ini terdiri dari 6 Lembar Kegiatan yang saling berkaitan, diawali
dengan “Identifikasi dan pemilihan bahan baku pakan buatan”,
kemudian “Penghitungan formulasi pakan”, “Pembuatan pakan
buatan”, “Pengujian pakan buatan secara fisik, kimiawi dan biologis”,
selanjutnya “Pengemasan dan penyimpanan pakan” dan diakhiri
dengan “Penyusunan program pembuatan pakan buatan”.
Serangkaian Lembar Kegiatan ini memiliki tujuan instruksional umum
yaitu siswa mampu menyusun program pembuatan pakan ikan dan
memperhatikan nilai gizi, sifat-sifat dan ketersediaan bahan baku
pakan agar sesuai dengan kebutuhan ikan.
Modul ini tentu saja masih terbuka untuk di kritik-konstruktif dan diberi
saran, dengan tujuan untuk kesempurnaan tulisan ini.
Bandung, Desember 2001
Penyusun,
KATA PENGANTAR
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan ii
Modul ini merupakan Dasar Program Keahlian yang menyangkut aspekaspek
keterampilan dalam Membuat Pakan Ikan Buatan (L), untuk
dipelajari pada tingkat II SMKP Bidang Pertanian Program Keahlian
Budidaya Ikan. Modul ini terdiri dari enam sub kompetensi sejak
pemilihan bahan baku sampai perencanaan teknis pembuatan pakan.
Sebelumnya siswa harus sudah dapat menguasai bagaimana cara
Mengoperasikan Alat Dan Mesin Budidaya Ikan (K) yang merupakan
kompetensi penting yang harus benar-benar dikuasai oleh siswa.
DESKRIPSI
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan iii
PETA KEDUDUKAN MODUL
A C D F I
M4
B
L5
L3-4
L1-2
K3
K2
K1
S3
S2
S1
Aa1-2-
3-4-5-
6
Z1-2-
3-4-5-
6
W1-2-
3-4-5-
6
Y1-2-
3-4-5-
6
T1-2-
3-4-5-
6
V1-2-
3-4-5-
6
U1-2-
3-4-5-
6
X1-2-
3-4-5-
6
L6
Q7-8
Q3-6
Q1-2
P5-6
P1-4
R7-8
R3-6
R1-2
O6
O2-5
O1
N3
N2
N1
E
M5
M1
J4
J3
H
M2-3
J1-2
G
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan iv
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul tersebut
yakni :
Telah menyelesaian kompetensi Mengoperasikan Alat dan Mesin
Budidaya Ikan (K). Ditunjang oleh kompetensi Mengenal Alat dan Mesin
Pertanian (I), Memahami Sistem Agribisnis (A) dan Mengelola
Agribisnis (B).
PRASYARAT
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan v
Halaman
Kata Pengantar......................................................................................... i
Deskripsi................................................................................................... ii
Peta Kedudukan Modul............................................................................. iii
Prasyarat .................................................................................................. iv
Daftar Isi ........................................................................................ v
Peristilahan/Glossary................................................................................ vi
Petunjuk Penggunaan Modul.................................................................... vii
Tujuan....................................................................................................... viii
Kegiatan Belajar 1..................................................................................... 1
Kegiatan Belajar 2..................................................................................... 10
Kegiatan Belajar 3..................................................................................... 17
Kegiatan Belajar 4..................................................................................... 21
Kegiatan Belajar 5..................................................................................... 25
Kegiatan Belajar 6..................................................................................... 28
Lembar Evaluasi....................................................................................... 30
Lembar Kunci Jawaban............................................................................ 31
1. Lembar Kunci Jawaban Latihan 1..................................................... 31
2. Lembar Kunci Jawaban Latihan 2..................................................... 31
3. Lembar Kunci Jawaban Latihan 3..................................................... 31
4. Lembar Kunci Jawaban Latihan 4..................................................... 31
5. Lembar Kunci Jawaban Latihan 5..................................................... 32
6. Lembar Kunci Jawaban Latihan 6..................................................... 32
Daftar Pustaka.......................................................................................... 33
DAFTAR ISI
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan vi
·Pelet : Pakan buatan kering-lengkap, dengan
ukuran ± 2 cm dan diameter 2 mm.
·Flake : Pakan buatan kering-lengkap, dengan
bentuk seperti lembaran.
·Crumble : Pakan buatan kering-lengkap, dengan
bentuk seperti remah-remah.
·Perubahan deterioratif : Perubahan kimiawi pada pakan/bahan
pakan yang menyebabkan terjadinya
perubahan aroma dan nilai nutrisi;
perubahan kimia ini terjadi secara alami
dan berhubungan kandungan lipid dalam
pakan.
·Alga : Mahluk hidup bisa mikro atau makro, nabati
atau hewani, dengan habitat alaminya
adalah perairan.
PERISTILAHAN/GLOSSARY
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan vii
Pada dasarnya modul ini berisi pengalaman belajar tentang
pengetahuan, keterampilan dan jenis praktek baik di laboratorium
maupun di lahan praktek dengan bantuan guru dan tehnisi atau
laboran. Pada setiap akhir kegiatan belajar terdapat lembar Evaluasi
kognitif dan kinerja disertai kunci jawabannya yang berupa cara
penilaian prestasi pembelajaran sehingga siswa dapat mengontrol
kemampuannya sendiri.
Berikut ini diuraikan petunjuk penggunaan modul ini secara umum :
1. Bacalah uraian teori pada lembar informasi dengan seksama.
2. Perhatikan dengan baik setiap hal yang dijelaskan atau diperagakan
oleh guru atau tehnisi/laboran.
3. Bacalah isi penjelasan pada lembar kerja dengan teliti.
4. Periksa kondisi alat dan bahan praktek sesuai dengan yang
diperlukan dalam kegiatan praktek.
5. Buat catatan alat dan bahan yang dipinjam baik jenis, jumlah dan
kondisinya.
6. Usahakan untuk mempelajari setiap bab yang telah tersusun secara
berurutan dan jangan mencoba untuk melangkah ke bab berikutnya
sebelum bab yang pertama selesai di baca.
7. Catat hal-hal yang dianggap penting untuk ditanyakan atau
didiskusikan.
8. Evaluasi diri sendiri dengan mengerjakan soal atau latihan yang
tersedia.
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan viii
1. Tujuan Akhir
Pada akhir pembelajaran, siswa diharapkan mampu menyusun
program pembuatan pakan ikan dengan memperhatikan nilai gizi, sifatsifat
dan ketersediaan bahan baku pakan agar sesuai dengan
kebutuhan ikan.
2. Tujuan Antara
Siswa diharapkan mampu :
1. Memilih bahan baku pakan yang sesuai dengan macam-macam,
sifat dan ukuran bahan baku pakan.
2. Menghitung kebutuhan bahan baku pakan yang sesuai dengan
kebutuhan ikan.
3. Mengetahui cara membuat pakan dengan memperhatikan prosedur
pembuatan pakan, tujuan dan prinsip masing-masing tahapan.
4. Menguraikan cara pengujian hasil pakan buatan, agar dapat dipilih
pakan yang baik, sesuai dengan peruntukan.
5. Memilih teknik pengemasan dan penyimpanan pakan yang baik.
6. Mengetahui cara merancang teknik pembuatan pakan sesuai
dengan ketersediaan alat, bahan, biaya dan tenaga kerja.
7. Mengidentifikasi bahan baku pakan.
8. Menghitung formulasi pakan ikan.
9. Melakukan penepungan, penimbangan, pencampuran, pencetakan
dan pengeringan pakan.
10. Melakukan uji pakan secara fisik, kimia dan biologis.
11. Melakukan pengemasan dan penyimpanan pakan.
12. Menyusun program pembuatan pakan ikan.
TUJUAN
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 1
Lembar Informasi
IDENTIFIKASI & PEMILIHAN BAHAN BAKU BUATAN
Dalam membuat pakan buatan untuk ikan, hal pertama yang harus
dipertimbangkan, adalah persyaratan bahan baku untuk pakan, yaitu :
1. Bahan baku pakan tidak boleh bersaing dengan bahan makanan
manusia. Bila manusia banyak membutuhkannya, bahan baku ini tidak
boleh diberikan kepada ikan.
2. Bahan baku ini harus tersedia dalam waktu lama, atau
ketersediaannya harus kontinyu. Bahan baku yang pada suatu saat
ada dan kemudian lenyap, harus dihindari. Padi yang diproduksi
secara massal dan nasional, tentu menyebabkan ketersediaan dedak
dan bekatul untuk ternak juga melimpah ruah. Sebaliknya untuk bahan
baku yang diproduksi secara terbatas, juga akan menghasilkan bahan
secara terbatas pula.
3. Harga bahan baku; walaupun bisa digunakan, tapi bila harganya
mahal maka penggunaan bahan atau peran bahan baku itu sebagai
bahan baku sudah tersisihkan. Sebenarnya murah atau mahalnya
bahan baku itu harus dinilai dari manfaat bahan itu, yang merupakan
cermin dari kualitas bahan tersebut. Tepung ikan, misalnya harganya
memang mahal, tetapi bila dibandingkan dengan kandungan
proteinnya yang tinggi dan kelengkapan asam aminonya, maka
penggunaan tepung ikan menjadi murah.
4. Kualitas gizi bahan baku, menjadi persyaratan penting lainnya.
Walaupun harganya murah, banyak terdapat di Indonesia, dan
ketersediaannya kontinyu, tetapi bila kandungan gizinya buruk, tentu
bahan baku ini tidak dapat digunakan.
Khusus untuk ikan, pakan buatan yang diberikan dapat dikatagorikan
menjadi :
1. Pakan alami, merupakan kelompok pakan yang berasal dari hewan
yang berukuran renik sampai ukuran beberapa centimeter yang di
kultur atau dikumpulkan dari alam; contohnya adalah Artemia,
Daphnis dan Cacing Sutra. Pakan alami ini dapat juga berasal dari
tumbuhan, misalnya fitoplankton dan daun talas.
KEGIATAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 2
2. Pakan lembek, merupakan cincangan ikan-ikan rucah dan cumi-cumi
yang langsung diberikan kepada ikan. Daya tahan pakan lembek ini
2 – 3 hari dalam lemari pendingin.
3. Pakan kering lengkap, merupakan pakan berbentuk pelet, “flake” dan
“crumble” dengan kadar air rendah sehingga daya tahannya bisa 3 –
4 bulan dan kandungan gizinya cukup lengkap karena dibuat sesuai
dengan kebutuhan. Jenis pakan inilah yang akan dikupas lebih
mendalam.
Dalam bab ini, bahan baku akan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu bahan
baku nabati dan bahan baku hewani. Banyak sekali bahan baku nabati
yang dapat diberikan kepada unggas, bahan baku nabati inilah, yang
menyebabkan harga pakan menjadi dapat ditekan. Dari sekian banyak
bahan baku nabati, 70 – 75% merupakan biji-bijian dan hasil olahannya,
15 – 25% limbah industri makanan, dan sisanya hijauan sebagaimana
layaknya bahan pakan yang berasal dari biji-bijian, bahan pakan nabati
ini sebagian besar merupakan sumber energi yang baik, tetapi karena
asalnya dari tumbuhan, kadar serat kasarnya tinggi. Sebagai sumber
vitamin, beberapa bahan berbentuk bijian atau olahannya tidaklah
mengecewakan.
Bahan Baku Nabati
1. Jagung kuning
Selain jagung kuning, masih ada 2 warna lagi, pada jagung (Zea
mays), yaitu jagung putih dan jagung merah. Diantara ketiga warna
itu, jagung merah dan jagung putih jarang terlihat di Indonesia.
Jagung kuning merupakan bahan baku ternah dan ikan yang populer
digunakan di Indonesia dan di beberapa negara. Jagung kuning
digunakan sebagai bahan baku penghasil energi, tetapi bukan
sebagai bahan sumber protein, karena kadar protein yang rendah
(8,9%), seperti yang terlihat pada tabel 1, bahkan defisien terhadap
asam amino penting, terutama lysin dan triptofan.
KEGIATAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 3
Tabel 1 : Komposisi Jagung
Nutrisi Kuantitas
Bahan kering 75 – 90 %
Serat kasar 2,0 %
Protein kasar 8,9 %
Lemak kasar 3,5 %
Energi gross 3918 Kkal/kg
Niacin 26,3 mg/kg
TDN 82 %
Calcium 0,02 %
Fosfor 3000 IU/kg
Vitamin A
Asam Pantotenat 3,9 mg/kg
Riboflavin 1,3 mg/kg
Tiamin 3,6 mg/kg
Sebagai sumber energi yang rendah serat kasarnya, sumber
Xantophyll, dan asam lemak yang baik, jagung kuning tidak diragukan
lagi. Asam linoleat jagung kuning sebesar 1,6%, tertinggi diantara
kelompok biji-bijian.
Untuk mengetahui kualitas jagung, digunakan analisis laboratorium
yang biasanya dapat dilakukan di laboratorium makanan yang terdapat
di tiap ibukota kabupaten, bahkan pabrik-pabrik ransum unggas.
Petunjuk :
1) Ambil dahulu sedikit jagung kuning sebagai contoh.
2) Berikan contoh itu ke laboratorium.
3) Bandingkan hasil analisisnya dengan tabel kandungan nutrisi
seperti pada tabel 1; bila tidak terlalu jauh, maka jagung kuning itu
dapat dipergunakan.
KEGITAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 4
Pemeriksaan ini menjadi penting, sejak ditemukan banyak jagung
kuning yang dipalsukan atau dicampur bahan lain.
2. Dedak halus
Dedak merupakan limbah proses pengolahan gabah, dan tidak
dikonsumsi manusia, sehingga tidak bersaing dalam penggunaannya.
Dedak mengandung bagian luar beras yang tidak terbawa, tetapi
tercampur pula dengan bagian penutup beras itu. Hal ini
mempengaruhi tinggi-rendahnya kandungan serat kasar dedak. Tabel
2 berikut menyajikan kualitas nutrisi dedak halus.
Tabel 2 : Kandungan Nutrisi Dedak
Nutrisi Kuantitas
Bahan kering 91,0 %
Protein kasar 13,5 %
Lemak kasar 0,6 %
Serat kasar 13.0 %
Energi metabolis 1890,0 kal/kg
Calcium 0,1 %
Total Fosfor 1,7 %
Vitamin A
Asam Pantotenat 22,0 mg/kg
Riboflavin 3,0 mg/kg
Tiamin 22,8 mg/kg
Kandungan serat kasar dedak 13,6%, atau 6 kali lebih besar dari pada
jagung kuning, merupakan pembatas, sehingga dedak tidak dapat
digunakan berlebihan. Kandungan asam amino dedak, walaupun lengkap
tapi kuantitasnya tidak mencukupi kebutuhan ikan, demikian pula dengan
vitamin dan mineralnya.
KEGIATAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 5
3. Bungkil Kacang Kedelai
Selain sebagai bahan pembuat tempe dan tahu, kacang kedele mentah
mengandung “penghambat trypsin” yang harus dihilangkan oleh
pemanasan atau metoda lain, sedangkan bungkil kacang kedelai,
merupakan limbah dari proses pembuatan minyak kedelai.
Tabel 3 : Komposisi Gizi Bungkil Kedelai
Nutrisi Kuantitas
Protein kasar 42 – 50 %
Energi metabolis 2825 - 2890 Kkal/kg
Serat kasar 6 %
Yang menjadi faktor pembatas pada penggunaan kedelai ini adalah
asam amino metionin.
4. Bungkil Kacang Tanah
Merupakan limbah dari pengolahan minyak kacang atau olahan lainnya.
Kualitas bungkil kacang tanah ini tergantung pada proses pengolahan
kacang tanah menjadi minyak. Disamping itu, proses pemanasan
selama pengolahan berlangsung, juga menentukan kualitas bungkil ini,
selain dari kualitas tanah, pengolahan tanah dan varietas kacang itu
sendiri.
Tabel 4 : Kandungan Nutrisi Bungkil Kacang Tanah
Nutrisi Kandungan
Bahan kering 91,5 %
Protein kasar 47,0 %
Lemak kasar 1,2 %
Serat kasar 13,1 %
Energi metabolis 2200 Kal/kg
KEGIATAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 6
Kadar metionin, triptofan, treonin dan lysin bungkil kacang tanah juga
mudah tercemar oleh jamur beracun Aspergillus flavus.
5. Minyak Nabati
Penggunaan minyak diperlukan pada pembuatan pakan ikan yang
membutuhkan pasokan energi tinggi, yang hanya dapat diperoleh dari
minyak. Minyak nabati yang digunakan hendaknya minyak nabati yang
baik, tidak mudah tengik dan tidak mudah rusak. Penggunaan minyak
nabati yang biasanya berasal dari kelapa atau sawit pada umumnya
berkisar antara 2 – 6 %.
6. Hijauan
Sebagai bahan campuran pakan, kini hijauan mulai dilirik kembali,
karena ternyata sampai batasan tertentu hijauan dengan protein tinggi
dapat mensubstitusi tepung ikan. Hijauan yang dimaksud antara lain
azola, turi dan daun talas, yang bila akan digunakan harus diolah
terlebih dahulu, yakni pengeringan (oven atau panas matahari) tapi tidak
boleh merusak warna, lalu penggilingan dan pengayakan.
Bahan Makanan Hewani
1. Tepung Ikan
Berasal dari ikan sisa atau buangan yang tidak dikonsumsi oleh
manusia, atau sisa pengolahan industri makanan ikan, sehingga
kandungan nutrisinya beragam, tapi pada umumnya berkisar antara 60
– 70%. Tepung ikan merupakan pemasok lysin dan metionin yang baik,
dimana hal ini tidak terdapat pada kebanyakan bahan baku nabati.
Mineral kalsium dan fosfornya pun sangat tinggi, dan karena berbagai
keunggulan inilah maka harga tepung ikan menjadi mahal.
Tabel 5 : Kandungan Nutrisi Tepung Ikan
Komponen Kandungan
Protein kasar 60 – 70 %
Serat kasar 1,0 %
Kalsium 5,0 %
Fosfor 3,0 %
KEGIATAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 7
2. Tepung Darah
Merupakan limbah dari rumah potong hewan, yang banyak digunakan
oleh pabrik pakan, karena protein kasarnya tinggi. Walaupun demikian
ada pembatas “religius” dan “dampak kesehatan”. Baik buruknya tepung
darah yang digunakan sebagai bahan baku dari segi kesehatan,
tergantung pada bagaimana bahan itu diperoleh dari rumah potong
hewan. Bila berasal dari penampungan yang bercampur kotoran, tentu
bahan ini tidak layak digunakan, tapi bila berasal dari penampungan
yang bersih, maka tepung ini memenuhi syarat sebagai bahan baku
pakan.
Tabel 6 : Kandungan Nutrisi Tepung Darah
Komponen Kandungan
Protein kasar 80 %
Lemak kasar 1,6 %
Serat kasar 1,6 %
Kelemahan dari tepung darah adalah miskin isoleucin dan rendah
kalsium dan fosfor, juga bila dipakai lebih dari 5% akan menimbulkan
efek “bau darah” pada ikan.
3. Sisa Potongan Rumah Jagal/Tepung Tulang
Berasal dari tulang-tulang dengan sedikit daging yang melekat,
kemudian dikeringkan dan digiling, di pasaran biasa disebut tepung
tulang. Bahan ini dapat digunakan antara 2,5 – 10% dalam formula
pakan dan lebih bersifat sebagai pendamping tepung ikan. Bila
digunakan berlebihan, tentu tidak menguntungkan, karena kalsium akan
terlalu banyak sehingga menurunkan selera makan.
4. Protein Sel Tunggal
Sebagai sumber protein, memang protein sel tunggal dapat dijadikan
alternatif dari cara yang sudah ada. Kandungan proteinnya beragam
sekali, mulai dari 30 – 80%, tergantung dari bahan protein sel
tunggalnya yaitu bakteri, jamur, ragi dan alga.
KEGIATAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 8
5. Tepung Bulu Terolah
Tepung bulu diperoleh dengan merebus bulu unggas dalam wadah
tertutup dengan tekanan 3,2 atmosfer selama 45 menit dan
dikembalikan lagi pada tekanan normal, setelah itu dikeringkan pada
temperatur 60oC dan digiling hingga halus. Tepung bulu mempunyai
energi metabolis 2354 kal/kg dan asam amino tersedia sebesar 65%
dan penggunaannya maksimal 10%.
6. Limbah Unit Penetasan Ayam
Dalam penetasan telur ayam ras, ada telur-telur yang tidak bertunas
atau bertunas tapi mati, yang biasanya menjadi limbah. Limbah unit
penetasan ini akan berguna sekali untuk makanan unggas dan ikan.
Lembar Kerja
Identifikasi dan Pemilihan Bahan Baku Pakan Buatan Praktikum
1. Bahan : Berbagai jenis bahan baku pakan seperti : jagung kuning,
dedak halus, bungkil kacang kedelai, bungkil kacang tanah,
minyak nabati, protein sel tunggal, tepung bulu terolah,
limbah unit penetasan, tepung ikan, tepung darah dan
tepung tulang.
2. Alat :
- Tabel kandungan nutrisi bahan baku pakan
- Mangkuk plastik kecil
- Kertas sticker
- Sendok-sendok plastik
- Lap
- Alat tulis
3. Langkah kerja :
a. Mengidentifikasi bahan baku pakan (3 jam)
- Ambil beberapa sendok bahan pakan, simpan dalam mangkuk.
- Identifikasi nama bahan baku pakan dan kesegarannya
berdasarkan bentuk fisik, perabaan, penciuman aroma.
- Beri nama bahan baku pakan pada sticker.
KEGIATAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 9
b. Membandingkan hasil analisis laboratorium (7 jam)
- Contoh-contoh bahan pakan di analisis kandungan nutrisinya
pada laboratorium makanan yang ada di ibukota kabupaten.
- Bandingkan hasilnya dengan tabel kandungan nutrisi bahan
baku pakan.
- Buatlah forum diskusi dalam masing-masing kelompok
mengenai perbedaan atau persamaan hasilnya, untuk
menentukan kelayakan bahan-bahan tadi sebagai bahan baku
pakan ikan.
Lembar Latihan
1. Isilah titik-titik pada tabel berikut
Karakteristik
Nama Bahan
Sumber gizi Bentuk fisik Aroma
a. Jagung kuning energi bijian jagung
b. Dedak halus . . . . . . . . . . . tepung beras/dedak
c. Bungkil kacang kedelai . . . . . . . . . . . remah . . . . . . . . . . .
d. Bungkil kacang tanah protein . . . . . . . . . . . kacang
e. Minyak nabati energi cair . . . . . . . . . . .
f. Hijauan . . . . . . . . . . . tepung/cincang . . . . . . . . . . .
g. Tepung ikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ikan
h. Tepung darah protein . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
i. Tepung tulang . . . . . . . . . . . tepung . . . . . . . . . . .
j. Protein sel tunggal protein . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
k. Tepung bulu teroleh . . . . . . . . . . . tepung . . . . . . . . . . .
l. Limbah unit penetasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . telur
KEGIATAN BELAJAR 1
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 10
Lembar Informasi
PENGHITUNGAN FORMULASI PAKAN
Perjalanan energi pada tubuh ikan, dapat dilihat pada gambar berikut :
Energi yang hilang dari tubuh ikan sebagai feses, urine, ekskresi insang
dan panas. Energi yang hilang sebagai panas, sulit untuk diukur, yakni:
1) Metabolisme standar, yaitu energi yang digunakan ikan pada kondisi
tidak bergerak pada air yang tenang.
2) Aktifitas fisik sukarela, yaitu energi yang digunakan ikan untuk mencari
makan, mempertahankan posisi dll.
3) Energi yang dikeluarkan berkenaan dengan aktifitas sistem
pencernaan.
Pengetahuan Gizi
Seperti halnya hewan lain, ikan pun membutuhkan zat gizi tertentu untuk
kehidupannya, yaitu untuk menghasilkan tenaga, menggantikan sel-sel
yang rusak dan untuk tumbuh. Zat gizi yang dibutuhkan adalah : protein,
lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan air.
A. Protein
Protein sangat diperlukan oleh tubuh ikan, baik untuk pertumbuhan
maupun untuk menghasilkan tenaga. Protein nabati (asal tumbuhtumbuhan),
lebih sulit dicernakan daripada protein hewani (asal
hewan), hal ini disebabkan karena protein nabati terbungkus dalam
dinding selulosa yang memang sukar dicerna.
Energi gross/
Pakan yang
dikonsumsi
Energi
Feses
Energi
Digestbel
Energi
Metabolis
Energi
Insang
Energi
Urine
Energi
Panas
Energi
Netto
Energi Pemeliharaan
Tubuh
Energi untuk Produksi
- Gonad
- Bobot badan
KEGIATAN BELAJAR 2
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 11
Pada umumnya, ikan membutuhkan protein lebih banyak daripada
hewan-hewan ternak di darat (unggas dan mamalia). Selain itu, jenis
dan umur ikan juga berpengaruh pada kebutuhan protein. Ikan
karnivora membutuhkan protein yang lebih banyak daripada ikan
herbivora, sedangkan ikan omnivora berada diantara keduanya. Pada
umumnya ikan membutuhkan protein sekitar 20 – 60%, dan optimum
30 – 36%. Protein nabati biasanya miskin metionin, dan itu dapat
disuplau oleh tepung ikan yang kaya metionin.
B. Lemak
Nilai gizi lemak dipengaruhi oleh kandungan asam lemak esensialnya
yaitu asam-asam lemak tak jenuh atau PUFA (Poly Unsaturated Fatty
Acid) antara lain asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat. Asam
lemak esensial ini banyak terdapat di tepung kepala udang, cumi-cumi
dll. Kandungan lemak sangat dipengaruhi oleh faktor ukuran ikan,
kondisi lingkungan dan adanya sumber tenaga lain. Kebutuhan ikan
akan lemak bervariasi antara 4 – 18%.
C. Karbohidrat
Karbohidrat atau hidrat arang atau zat pati, berasal dari bahan baku
nabati. Kadar karbohidrat dalam pakan ikan, dapat berkisar antara 10 –
50%. Kemampuan ikan untuk memanfaatkan karbohidrat ini tergantung
pada kemampuannya untuk menghasilkan enzim pemecah karbohidrat
(amilase). Ikan karnivora biasanya membutuhkan karbohidrat sekitar
12%, sedangkan untuk omnivora kadar karbohidratnya dapat mencapai
50%.
D. Vitamin
Apabila ikan kekurangan vitamin, maka gejalanya adalah nafsu makan
hilang, kecepatan tumbuh berkurang, warna abnormal, keseimbangan
hilang, gelisah, hati berlemah, mudah terserang bakteri, pertumbuhan
sirip kurang sempurna, pembentukan lendir terganggu dll. Agar ikan
tetap sehat, suplai vitamin harus kontinyu, tapi kebutuhan akan vitamin
dipengaruhi oleh ukuran ikan, umur, kondisi lingkungan dan suhu air.
E. Mineral
Mineral adalah bahan an-organik yang dibutuhkan oleh ikan untuk
pembentukan jaringan tubuh, proses metabolisma dan mempertahankan
keseimbangan osmotis. Mineral yang penting untuk pembentukan
tulang, gigi dan sisik adalah kalsium, fosfor, fluorine, magnesium, besi,
KEGIATAN BELAJAR 2
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 12
tembaga, kobalt, natrium, kalium, klor, boron, alumunium, seng, arsen,
dll. Makanan alami biasanya telah cukup mengandung mineral, bahkan
beberapa dapat diserap langsung dari dalam air. Namun pada
umumnya, mineral-mineral itu didapatkan dari makanan. Oleh karena
itu, beberapa macam mineral yang penting perlu kita tambahkan pada
proses pembuatan pakan.
Selain kandungan gizi, ada beberapa bahan tambahan dalam meramu
pakan buatan. Bahan-bahan ini cukup sedikit saja, diantaranya :
antioksidan, perekat dan pelezat. Sebagai antioksidan atau zat anti
tengik dapat ditambahkan fenol, vitamin E, vitamin C, etoksikuin, BHT,
BHA dan lain-lain dengan penggunaan 150 – 200 ppm. Beberapa
bahan dapat berfungsi sebagai perekat seperti agar-agar gelatin,
tepung kanji, tepung terigu dan sagu, dengan pemakaian maksimal
10%. Bahan perekat ini menjadi penting pada pembuatan pakan udang,
sebab pakan udang harus mempunyai ketahanan yang tinggi, agar
tidak cepat hancur dalam air. Sebagai pelezat, pada umumnya dipakai
garam dapur sebanyak 2%.
Metoda Menghitung Kebutuhan Bahan Baku
Sebelum mulai menghitung, harap diingat bahwa suatu bahan baku
disebut bahan sumber protein apabila kadar proteinnya > 20%. Karena
harga protein paling mahal, maka yang pertama dihitung adalah protein,
sedangkan yang lainnya menyesuaikan, misalnya dengan menambahkan
sumber energi. Yang paling mudah adalah menggunakan metoda “Bujung
Sangkar”.
Sebagai contoh, akan disiapkan pakan ikan mas dengan 25% protein, dari
bahan dedak dan bungkil kedelai.
Untuk membuat pakan ikan mas 27% protein sebanyak 100 kg, kita
harus mencampur dedak : 17/35,8 = 47,5% x 100 = 47,5 kg
bungkil kedelai : 18,8/35,8 = 52,5% x 100 = 52,5 kg
27%
44 – 27 = 17
27 – 8,2 = 18,8
dedak kadar protein 8,2 %
bungkil kedelai 44 %
KEGIATAN BELAJAR 2
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 13
Bila akan menggunakan lebih dari 2 bahan baku, kelompokkan dahulu
bahan baku basal (kadar protein < 20%) dan bahan baku protein (>20%).
Di rata-ratakan dahulu setiap kelompok, setelah itu dimasukkan ke metoda
bujur sangkar.
(Protein dedak + protein jagung) / 2 = (8,2 + 10,2) / 2 = 9,2 %
(Bungkil kedelai + tepung udang) / 2 = (44 + 48,35) / 2 = 48,35 %
Sehingga Bahan baku basal 21,35/39,5 = 54,53 %
Bahan baku protein 17,8/39,5 = 45,47 %
Jadi untuk membuat 100 kg pakan ikan ini, dapat mencampur :
- Dedak : 27,265 kg
- Jagung : 27,265 kg
- Bungkil kedelai : 22,735 kg
- Tepung udang : 22,735 kg
Metoda ini dapat juga digunakan berdasarkan kebutuhan kalori, hal ini
dilakukan bila kita akan membuat pakan dengan kalori tertentu.
Langkah diatas merupakan langkah pertama pada formulasi pakan;
langkah ke-2 adalah menguji kadar asam amino, yang dapat dilakukan di
laboratorium makanan/makanan ternak yang berada di ibukota kabupaten.
Lembar Kerja
Pada kegiatan ini, siswa akan menghitung formulasi pakan untuk
budidaya ikan di air tawar dan di air payau.
1. Alat : - Kalkulator
- Alat tulis dan penghapus
- Papan tulis
- Spidol papan tulis dan penghapus
2. Bahan : Daftar kandungan nutrisi bahan-bahan baku
27%
21,35
17,8
Bahan baku basal kadar protein 9,2%
(dedak + jagung)
Bahan baku protein kadar protein 48,35%
(bungkil kedelai + tepung udang
KEGIATAN BELAJAR 2
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 14
3. Langkah kerja :
a. Menghitung pakan ikan lele (6 jam)
- Akan disusun formula pakan ikan lele dari 5 bahan baku
dengan kandungan gizi sebagai berikut :
Bahan Protein
%
Energi Digestbel
Mcal/kg
Kalsium
%
Tepung jagung 9 1,10 0,02
Tepung ikan 65 3,90 3,7
Bungkil kedelai 44 2,57 0,3
Dedak 12 1,99 0,1
Kapur 0 0 38,0
- Batasan : - Berat total campuran : 100 kg
- Total protein : 30 %
- Total kalsium : 0,5 – 1,5 kg
- Langkah-langkah
10,5
2
9 12
2
T. jagung dedak
1) =
+
=
+
54,5
2
65 44
2
T. ikan kedelai
+ = + =
2) Sehingga untuk T. jagung dan dedak masing-masing :
: 2 27,84 %
44
24,5
= ÷
ø
ö
çè
æ
Untuk T. ikan + kedelai, masing-masing :
: 2 22,16 %
44
19,5
= ÷
ø
ö
çè
æ
30
24,5
19,5
44,0
KEGIATAN BELAJAR 2
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 15
3) Jadi untuk membuat 100 kg pakan ikan dibutuhkan
Bahan Komposisi
% % Ca Revisi 2
% Ca
Revisi 2
% Protein
1. T. Jagung 27,84 0,56 0,54 241,56
2. Dedak 27,84 2,78 2,78 334,08
3. T. Ikan 22,16 81,99 81,99 1440,40
4. Kedele 22,16 6,65 6,65 975,04
5. Kapur 0,00 0,00 38,00 -
T o t a l 100,00 91,98 129,96 2991,08
b. Menghitung formula pakan pembesaran udang (6 jam)
- Akan disusun formula pakan udang dari 8 bahan baku dengan
kandungan gizi sebagai berikut :
Bahan Protein
%
Energi
Digestbel
Mcal/kg
Dedak 12,0 1,99
Tapioka 2,0 1,20
Tepung ikan 65,0 3,90
Tepung kedelai 44,0 2,57
Vitamin C 0 0
Vitamin B1 0 0
Vitamin B6 0 0
Aquamix 0 0
- Batasan : - Berat total 100 kg
- Total protein 35 %
- Vitamin dan mineral total 5 %
- Langkah-langkah
1) Urutan pengerjaan sama dengan diatas
KEGIATAN BELAJAR 2
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 16
Lembar Latihan
Pilihlah B untuk pernyataan benar dan S untuk pernyataan salah
1. B – S Energi yang dikonsumsi ikan seluruhnya akan diubah menjadi
panas dan produksi.
2. B – S Energi panas digunakan ikan untuk mempertahankan suhu
tubuh agar selalu tetap.
3. B – S Enzim amilase ikan herbivora lebih banyak daripada ikan
karnivora.
4. B – S Mineral yang berperan pada struktur ikan (tulang, gigi dan sisik)
adalah kalsium dan fosfor.
5. B – S Pada metoda “bujur sangkar”, kadar gizi yang paling umum
untuk dijadikan standar adalah kandungan protein dan energi.
KEGIATAN BELAJAR 2
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 17
Lembar Informasi
PEMBUATAN PAKAN BUATAN
Teknologi pembuatan pakan mengalami perubahan yang substansial
dalam beberapa tahun terakhir. Enam puluh tahun yang lalu pencampuran
bahan baku pakan dilakukan di lantai gudang dengan menggunakan
sekop. Selanjutnya pencampuran beberapa bahan pakan menggunakan
tangan, kemudian “pencampuran mekanis”, “pencampuran kontinyu”, dan
sekarang “pencampuran yang dikontrol oleh komputer”. Tapi konsep dasar
pencampuran tidak lepas dari pertimbangan “nutrisi yang berimbang”.
Pada pabrik pakan proses yang terjadi secara berturut-turut adalah :
- Penurunan ukuran partikel
- Pencampuran awal (pre-mixing)
- Pelleting
- Pengemasan.
Penurunan ukuran partikel dilakukan oleh suatu “hammer-mill” yang akan
menurunkan ukuran partikel menjadi ukuran yang dikehendaki.
Dalam proses pembuatan pakan ikan, terdapat 2 proses pencampuran,
yaitu pencampuran bahan-bahan yang berjumlah kecil (pre-mixing) dan
pencampuran lain, yaitu melibatkan semua komponen pakan.
Bahan-bahan yang berjumlah kecil (micro-ingredient) antara lain adalah
vitamin dan mineral-mineral yang esensial tapi diperlukan dalam jumlah
yang sangat sedikit, sehingga diperlukan “bahan pengisi”, yang berat
jenisnya mendekati bahan-bahan mikro tadi.
Pada saat pencampuran, jumlah bahan baku yang digunakan akan
dikontrol oleh komputer. Setelah bercampur, adonan akan mengalir ke
saringan dengan diameter tertentu. Pada saat itu, uap air akan bercampur
dengan adonan sehingga memudahkan untuk dicetak. Setelah pelet
keluar dari saringan dalam kondisi panas dan mengandung uap-uap air,
maka pelet akan melewati mesin pendingin untuk menjamin suhu pelet
yang tercetak sudah dingin sehingga dapat langsung di kemas. Remahan
yang tersisa akan mengalir ke mesin pencetak kembali.
KEGIATAN BELAJAR 3
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 18
Proses pengemasan yang terjadi pada pabrik pakan meliputi :
penimbangan, pengemasan, perekatan, pengkodean dan penjahitan.
Lembar Kerja
Akan dibuat makanan buatan untuk ikan lele dengan bahan baku seperti
pada contoh (lembar informasi).
1. Alat : - Mesin penepung
- Mesin pengayak
- Timbangan
- Mesin pencampur
- Mesin pencetak pelet
- Mesin pengering
- Wadah-wadah plastik, panci
- Sendok, spatula kayu
- Lap
- Kompor
- Tampah
- Kertas sticker
2. Bahan : -Jagung kuning
- Tepung ikan
- Bungkil kedelai
- Dedak
- Kapur
- Kanji atau CMC (Carboxy Metyl Celulosa)
3. Langkah kerja :
a. Penghalusan bahan baku (5 jam)
- Setiap bahan digiling menggunakan mesin penepung.
- Untuk jagung kuning, pada umumnya bila bagian lembaga sudah
halus, maka bagian yang kuning tidak dapat dihaluskan lagi dan
dapat disisihkan, digunakan untuk pakan unggas.
- Setelah digiling, setiap bahan baku diayak agar ukurannya
seragam. Bahan baku yang tertahan dapat dihaluskan kembali
menggunakan mesin penepung.
- Simpan di wadah-wadah plastik dan diberi nama.
KEGIATAN BELAJAR 3
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 19
b. Penimbangan bahan baku (5 jam)
- Sesuai dengan perhitungan terdahulu dalam lembar informasi,
dapat diketahui berapa % bahan yang akan digunakan.
- Hitung berapa jumlah bahan yang akan digunakan, bila dalam
praktikum ini akan dibuat 10 kg pakan (berat kering).
- Timbanglah sesuai dengan kebutuhan.
- Simpan dalam wadah plastik dan beri nama.
c. Pencampuran bahan baku (5 jam)
- Campurlah bahan yang sedikit dahulu, baru kemudian yang
banyak.
- Untuk pakan ikan lele seperti contoh, urutan pencampuran
adalah : kapur, kedelai, tepung ikan, dedak dan tepung jagung.
- Campurlah dengan menggunakan mixer yang bertutup.
d. Pencetakan pakan (8 jam)
- Untuk mencetak pakan, baik berupa pelet, flake atau remahan,
prinsipnya adalah sama, yaitu penambahan bahan perekat
(binder) agar teksturnya kompak dan memiliki ketahanan dalam
air untuk beberapa lama.
- Ketahanan dalam air untuk ikan berbeda-beda. Untuk ikan mas,
nila dan ikan-ikan yang aktif pada saat diberi makan, maka
ketahanannya cukup 1 jam. Sedangkan untuk pakan udang,
harus lebih lama lagi yaitu sekitar 2 – 3 jam sesuai dengan
kebiasaan makannya.
- Siapkan binder yang di masak dengan air, sehingga berbentuk
seperti lem, kemudian sedikit-sedikit campurkan bahan-bahan.
- Masukan kedalam mesin pencetak, lalu dicetak dengan ukuran
yang dikehendaki.
- Untuk pakan yang berbentuk flake, adonannya digiling terlebih
dahulu, baru dikeringkan menggunakan mesin pengering.
e. Pengeringan pakan (3 jam)
- Pada pabrik pakan skala besar, pada umumnya mesin pengering
sudah terintegrasi dengan mesin pencetak, sedangkan pabrik
pakan skala rumah tangga, pengeringannya dilakukan dengan
tenaga surya.
KEGIATAN BELAJAR 3
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 20
- Aturlah pelet pada nyiru atau di lantai yang beralas kayu. Biarkan
terjemur matahari, setelah 2 jam, pelet dapat dibalik, agar
pengeringan merata.
- Apabila kadar pelet tinggal 10% yang ditandai dengan mudahnya
pelet dipatahkan tapi tidak hancur, maka pelet sudah waktunya di
angkat dan di kemas.
Lembar Latihan
Pilihlah B apabila benar
S apabila salah
1. B – S Metoda pencampuran pada proses pre-mixing dan mixing
berbeda.
2. B – S Bahan yang jumlahnya sedikit (micro ingredient) contohnya
adalah vitamin, mineral dan binder.
3. B – S Proses pengemasan pada pabrik pakan, melibatkan
penimbangan, pengemasan, perekatan, pengkodean dan
penjahitan.
4. B – S Pada proses pencetakan pelet, terkadang tidak diperlukan
air dalam bentuk cair.
5. B – S Apabila tidak memungkinkan, peran matahari sebagai
sumber panas dapat diganti dengan lampu.
KEGIATAN BELAJAR 3
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 21
Lembar Informasi
PENGUJIAN MUTU PAKAN SECARA FISIK,
KIMIAWI & BIOLOGIS
Untuk mengetahui tingkatan mutu pakan yang kita buat, haruslah dilakukan
pengujian. Ada 3 macam pengujian, yaitu pengujian fisik, kimiawi &
biologis.
A. Pengujian Fisik
Pengujian pelet secara fisik yaitu :
1. Kehalusan bahan baku
2. Kekerasannya
3. Daya tahan dalam air
4. Daya mengapungnya, yang akan dibahas satu persatu.
Kehalusan bahan baku, dapat diuji dengan jalan menggilingnya lagi,
berdasarkan besar kecilnya ukuran butiran, kita dapat membedakannya
menjadi sangat halus, halus, agak kasar, sangat kasar dll.
Pengujian kekerasan dapat dilakukan dengan memberi beban pada
pelet yang bersangkutan dengan suatu pemberat yang mempunyai
bobot tertentu. Pemberian beban itu kita lakukan dengan beberapa
macam pemberat, sampai akhirnya pelet tidak mampu lagi untuk
menahannya dan hancur. Pelet yang baik harus mempunyai kekerasan
yang tinggi, dan biasanya berasal dari bahan baku yang cukup halus.
Pengujian daya tahan dalam air, dilakukan dengan merendamnya dalam
air dingin. Waktu yang diperlukan sampai saat pelet hancur merupakan
ukuran daya tahannya.
Pengujian daya apung, kita lakukan dengan jalan menjatuhkan pelet
kedalam air dalam akuarium dengan ketinggian air 20 cm. Waktu yang
diperlukan mulai saat pelet menyentuh permukaan air sampai
tenggelam di dasar, adalah merupakan ukuran daya apungnya.
B. PENGUJIAN KIMIAWI
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kandungan gizi dari pakan
tersebut, yaitu kadar protein, lemak, karbohidrat, abu, serat dan kadar
air. Pengujian ini dapat dilakukan di laboratorium makanan yang
terdapat di ibukota kabupaten. Parameter yang diuji antara lain energi
gross, protein kasar, lemak kasar dan serat kasar.
KEGIATAN BELAJAR 4
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 22
C. Pengujian Biologis
Aspek biologis penting adalah Nilai Konversi Pakan (Feed Conversion
Ratio). Nilai ini sebenarnya tidak merupakan angka mutlak, karena tidak
hanya ditentukan oleh kualitas pakan, tetapi juga dipengaruhi oleh
faktor-faktor lain, seperti jenis, ukuran ikan, kepadatan, kualitas air dll.
Semakin kecil nilai konversi pakan, semakin baik kualitas pakan, karena
akan semakin ekonomis. Untuk mengetahui nilai konversi pakan perlu
dilakukan pengujian di lapangan pada berbagai tipe percobaan.
Lembar Kerja
Akan dilakukan serangkaian kegiatan dalam rangka pengujian mutu pakan
secara fisik, kimiawi dan biologis.
1. Alat : - Wadah plastik
- Pemberat
- Pengayak
- Penggiling daging kapasitas 2 kg
- Akuarium yang diisi air 20 cm 2 unit/kelompok
- Seperangkat alat untuk pengujian kimiawi untuk mengukur
energi, protein kasar, lemak kasar dan serat kasar
- Timbangan analitik
- Akuarium untuk uji coba biologis.
2. Bahan: - Pakan buatan sendiri
- Beberapa macam pakan komersial
- Daftar kandungan gizi pakan buatan sendiri dan pakan
komersial.
3. Langkah kerja
a. Pengujian pakan secara fisik (8 jam)
a.1. Kehalusan Bahan Baku (2 jam)
- Timbanglah pakan buatan sendiri dan 2 jenis pakan
komersial.
- Hancurkan dengan gilingan daging satu persatu,
kumpulkan dengan hati-hati.
- Partikel diayak dan dipilah mana yang halus, agak kasar
dan kasar, kemudian masing-masing ditimbang.
- Hitunglah persentase halus terhadap kasarnya, semakin
besar nilainya berarti semakin baik mutunya.
KEGIATAN BELAJAR 4
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 23
a.2. Pengujian Kekerasan (2 jam)
- Timbanglah pakan buatan sendiri dan 2 jenis pakan komersial,
simpan di atas meja dan diberi nama.
- Ambil pemberat ¼ kg, tekan-tekan lima kali ke atas 3 macam
pelet tadi, amati apa yang terjadi, apakah mulai ada
kehancuran.
- Ambil pemberat ½ kg, tekan -tekan lima kali ke atas 3 macam
pelet tadi, amati dan catat.
- Ambil pemberat 1 kg, 1 ½ kg dan 2 kg, kegiatannya seperti
yang diatas. Pelet yang baik, memiliki kekerasan yang tinggi
dan hal itu terjadi bila bahan pakannya cukup halus.
a.3. Pengujian Daya Tahan Dalam Air (2 jam)
- Isilah akuarium yang cukup besar dengan air setinggi 20 cm.
- Timbanglah pakan buatan sendiri dan 2 macam pakan
komersial, masing-masing sebanyak 10 gram.
- Masukkan pelet ke dalam akuarium bersama-sama pada 3
titik yang berbeda (lokasi agak berjauhan).
- Amati perubahan yang terjadi, kapan saat pelet mulai hancur
dan kapan saat pelet hancur keseluruhan.
a.4. Pengujian Daya Apung (2 jam)
- Isilah akuarium yang cukup besar dengan air setinggi 20 cm.
- Timbanglah pakan buatan sendiri dan 2 macam pakan
komersial, masing-masing sebanyak 10 gram.
- Masukkan pelet kedalam akuarium bersama-sama pada 3 titik
yang berbeda (lokasi agak berjauhan).
- Hitunglah waktu yang diperlukan masing-masing pelet sejak
pelet menyentuh air sampai dengan pelet tenggelam, itu
merupakan daya apungnya.
b. Pengujian kimiawi (4 jam)
- Timbanglah pakan buatan sendiri dan 2 macam pakan
komersial masing-masing sebanyak 400 gram. Pakan komersial
yang digunakan adalah yang memiliki data kandungan gizi pada
kemasannya.
- Ujilah kandungan nutrisinya ke laboratorium makanan yang
berada di ibukota kabupaten.
- Bandingkan hasil analisis ini dengan daftar kandungan gizi
yang ada, yaitu untuk pakan buatan sendiri, data yang ada
KEGIATAN BELAJAR 4
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 24
adalah kandungan protein, energi gross, sedangkan data pakan
komersial adalah kandungan protein, lemak, serat dan energi
gross.
- Diskusikan mengapa terdapat persamaan dan perbedaan.
c. Pengujian biologis (12 jam)
- Siapkan juvenil ikan lele berukuran ± 25 gram, sebanyak 27
ekor.
- Pelihara dalam 9 buah akuarium, beri nama dengan sticker,
masing-masing akuarium diisi oleh 3 ekor ikan lele.
- Siapkan 3 macam pelet (buatan sendiri dan pakan komersial),
timbanglah untuk satu hari makan, sebanyak 5% dari berat
tubuhnya. Satu macam pelet diberikan untuk 3 buah akuarium.
- Setiap minggu, lele ditimbang dan dicatat beratnya untuk
menentukan dosis makannya (5% dari berat tubuh).
- Lakukan selama 3 minggu.
- Buatlah grafik pertumbuhan 3 kelompok ikan itu dan
bandingkan.
Lembar Latihan
Jawablah pertanyaan di bawah ini
1. Mengapa kita harus melakukan pengujian terhadap pakan yang kita
buat.
2. Pengujian apa saja yang harus dilakukan.
3. Sebutkan beberapa langkah dalam pengujian pakan secara fisik.
4. Apa yang kita lakukan untuk melakukan pengujian secara kimiawi.
5. Mengapa pengujian secara kimiawi dan biologis lebih mahal daripada
pengujian secara fisik.
KEGIATAN BELAJAR 4
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 25
Lembar Informasi
PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN PAKAN
Pada saat ini proses pengemasan sudah menjadi hal yang mutlak dalam
usaha pembuatan pakan ikan, karena dengan pengemasan yang baik,
maka proses penurunan mutu dapat ditekan. Wadah untuk mengemas
pakan sangat bervariasi, mulai dari karung plastik, kertas semen dan plastik
tebal untuk kapasitas besar dan alumunium foil untuk kapasitas kecil.
Pada saat ini terdapat 3 masalah dalam proses penyimpanan, yakni
serangga, organisma mikroskopis dan perubahan deterioratif, yang semua
itu akan menyebabkan kehilangan bobot, kualitas, resiko kesehatan dan
ekonomis. Serangga memakan hampir semua bahan baku dan
mengkontaminasinya dengan feses, sayap yang gugur, sarang, bau, dll.
Kehadiran serangga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sumber
serangga, ketersediaan pakan, temperatur, kelembaban udara dan
kehadiran organisme lain. Serangga spesies tropis, pada umumnya tumbuh
optimum pada suhu 28oC. Kelembaban diatas 70% meningkatkan
perkembangbiakan serangga. Kelembaban pakan pada umumnya
berhubungan erat dengan kelembaban udara dan serangga menyebabkan
kehilangan bobot dan kualitas.
Mikro organisma adalah kontaminan biologis pada lingkungan alami dan
hadir pada semua bahan pakan. Bakteri dan jamur tidak dapat hidup pada
kelembaban dibawah 20%. Proses penanganan pasca panen yang
melibatkan panas, ekstraksi kimia, mekanis serta dehidrasi menurunkan
jamur kontaminan.
Efek kerusakan pada pakan akibat jamur ada 4 :
1) Produksi racun mycotoxin.
2) Timbulnya panas.
3) Naiknya kelembaban.
4) Munculnya jamur.
Perubahan deterioratif pada bahan baku dan pakan hampir selalu terjadi,
dan ini berhubungan dengan kandungan lipid/lemak pada pakan.
KEGIATAN BELAJAR 5
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 26
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses deterioratif adalah :
- Faktor lingkungan (temperatur, kelembaban, kebersihan lingkungan
dan rancangan bangunan).
- Kehadiran serangga dan mikroorganisma.
Ketengikan merupakan gabungan dari 3 proses, yaitu : oksidasi, hidrolisis
dan pembentukan keton. Banyak faktor yang mempengaruhi oksidasi lipid
yaitu enzim, hematin, peroksida, cahaya, temperatur dan katalisis dari
logam berat.
Hal terpenting pada penyimpanan bahan pakan dan pakan adalah :
1) Kebersihan umum ruangan, sebab ruangan yang terpengaruh
cuaca dan memungkinkan serangga berkembang biak akan
memudahkan terjadinya kerusakan.
2) Keseimbangan keluar-masuk barang. Barang yang pertama masuk,
barang itu yang pertama dikeluarkan atau “first in first out”.
3) Saluran buangan dan sampah harus tersendiri dan berjalan dengan
baik.
4) Ukuran bantalan kayu dan posisi penumpukan barang.
Lembar Kerja
1. Alat : - Kayu-kayu bantalan
- Alat tulis
2. Bahan :- Bahan pengemas terbuat dari karung plastik, kantung
semen dan karung goni
- Pelet ikan masing-masing 1 kg untuk dimasukkan ke 3
bahan pengemas.
3. Langkah kerja :
- Timbang pelet ikan masing-masing sebanyak 1 kg untuk disimpan
dalam karung plastik, kantung semen dan karung goni.
- Simpan di tempat yang lembab.
- Amati perubahan yang terjadi setiap minggu, yaitu :
a. Penampakan, ada jamur atau tidak.
b. Aroma, ada aroma lain selain aroma pakan.
c. Perubahan suhu, timbul panas atau tidak.
d. Ukuran berat, berkurang, bertambah atau tetap.
KEGIATAN BELAJAR 5
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 27
Lembar Latihan
Beri tanda silang pada jawaban yang paling tepat
1. Yang bukan wadah pengemasan pakan ikan komersial
a. Karung goni
b. Karung plastik
c. Kantung semen
d. Karung terigu
2. Kehilangan yang terjadi proses penyimpanan, kecuali :
a. Kehilangan bobot
b. Kehilangan kualitas
c. Resiko kesehatan
d. Ketengikan
3. Kontaminasi serangga pada bahan pakan, yaitu :
a. Organisma mikroskopis
b. Perubahan deterioratif
c. Proses rancidity
d. Feses
4. Yang bukan kerusakan pada pakan akibat jamur adalah :
a. Timbulnya panas
b. Kadar air di udara naik
c. Adanya fungsi
d. Kadar air di pakan naik
5. Rancidity atau ketengikan merupakan rangkaian dari proses, kecuali :
a. Penambahan oksigen
b. Hidrolisis
c. Pembentukan keton
d. Pembentukan aldehida
KEGIATAN BELAJAR 5
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 28
Lembar Informasi
PENYUSUNAN PROGRAM PAKAN BUATAN
Dalam penyusunan program pembuatan pakan buatan, terlebih dahulu
harus diketahui pergerakan (aliran) materi bahan pakan seperti yang
tergambar pada skema berikut ini. (buku 1 hal. 292)
Setelah mempelajari skema tersebut, dapatlah diperkirakan alat dan bahan
yang diperlukan, yaitu :
- Mesin penimbang
- Mesin penepung
- Mesin pengayak
- Mesin pencampur
- Mesin pencetak
- Mesin pendingin
- Atau mesin pengering.
Keberadaan mesin ini, dapat terpisah atau bersatu (integrated). Gambargambar
di bawah ini memperlihatkan mesin penghalus/ penepung (gambar
2), mesin pencampur (gambar 3), mesin pencetak (gambar 4), mesin
pendingin-pengering (gambar 5).
Kebutuhan biaya/permodalan dalam progra, pembuatan pakan buatan
terdiri dari 2 komponen yaitu modal tetap yang terdiri dari pembelian mesinmesin,
sewa pabrik, sewa gudang dan lain-lain, sedangkan modal tidak
tetap terdiri dari upah karyawan, pembelian bahan-bahan pakan dan biaya
operasional (listrik, BBM, air, telekomunikasi, dll).
Dari segi tenaga kerja, minimum personil yang dibutuhkan adalah ahli
makanan ternak/ikan, merangkap ahli analisis gizi bahan pakan, karyawan
yang bertanggungjawab di gudang, karyawan yang bertanggungjawab pada
masing-masing mesin (operator) dan karyawan bagian administrasi. Selain
itu diperlukan pula teknisi-teknisi yang bertanggungjawab terhadap
operasional mesin-mesin, listrik, termasuk listrik cadangan, ketersediaan
BBM untuk listrik cadangan, air (PDAM atau artesis), telekomunikasi.
KEGIATAN BELAJAR 6
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 29
Beberapa faktor pendukung dalam menjalankan operasional pabrik pakan
sangat diperlukan, antara lain bagian pemasaran yang bertanggung-jawab
terhadap kelancaran penyerapan produksi dan bagian keuangan yaitu
bagian yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pembayaran upah
karyawan, pemasok bahan pakan (supplier), pajak-pajak, rekening listrik,
telepon, e-mail dll. Selain itu petugas penagihan piutang pabrik, juga mutlak
diperlukan kehadirannya.
Lembar Kerja
1. Alat : - Buku tulis
- Alat tulis
- Kalkulator
2. Bahan : - Modul
- Buku-buku lain yang berhubungan dengan pabrik pakan
3. Langkah kerja :
- Disusun suatu program pembuatan pabrik pakan ikan
- Buatlah daftar kebutuhan alat-alat
- Susunlah daftar kebutuhan bahan-bahan
- Susunlah daftar kebutuhan personil
- Susunlah kebutuhan biaya.
Lembar Latihan
Pilihlah B apabila benar
S apabila salah
1. B – S Pada aliran materi di pabrik pakan, terdapat unsur
“pergudangan”, dimana didalamnya terdiri dari seksi penerimaan,
pemeriksaan mutu dan penimbangan.
2. B – S Pada pabrik pakan modern, tidak diperlukan mesin pengering
pelet.
3. B – S Mesin-mesin pada pabrik pakan, bisa berdiri sendiri ataupun
merupakan satu kesatuan (integrated).
4. B – S Tenaga teknisi tetap diperlukan untuk kelancaran operasional
mesin-mesin walaupun sudah ada operator mesin.
5. B – S Bagian pemasaran merupakan ujung tombak dari keberadaan
pabrik pakan dan paling menentukan tingkat produktifitas pabrik
pakan.
KEGIATAN BELAJAR 6
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 30
1. Apa yang saudara ketahui mengenai pemilihan bahan baku.
2. Mengapa metoda bujur sangkar merupakan metoda yang paling populer
saat ini.
3. Dapatkah kita mengganti mesin-mesin yang terdapat pada Lembar
Informasi 6 dengan mesin-mesin sederhana untuk skala kecil.
4. Haruskah kita menguji kualitas pakan secara kimiawi dan biologis,
mengingat biaya yang dikeluarkan cukup mahal.
5. a. Untuk mempertahankan mutu pakan ikan dalam jangka waktu cukup
lama, dapatkah siswa menyebutkan bahan untuk mengemas produk.
b. Apa yang harus siswa pertimbangkan sebelum menyimpan produk di
gudang.
6. Dalam menyusun rencana pembuatan pakan ikan, kebutuhan apa saja
yang harus dipersiapkan, jelaskan satu-persatu.
LEMBAR EVALUASI
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 31
LKJLL 1
a. jagung
b. energi
c. protein-kedelai
d. biji
e. kelapa
f. serat-daun
g. protein-tepung
h. tepung-amis
i. kalsium-amis
j. tepung-daun
k. protein-masam
l. protein-remah/tepung
LKJLL 2
1. S
2. S
3. B
4. B
5. B
LKJLL 3
1. B
2. S
3. B
4. B
5. S
LKJLL 4
1. Untuk mendapat kepastian kualitas pakan.
2. Fisik, kimiawi dan biologis.
3. a. Kehalusan bahan baku
b. Kekerasan
c. Daya tahan dalam air
d. Daya mengapung
4. Pengujian secara kimiawi adalah pengujian untuk mendapatkan
keyakinan kualitas nutrisi pakan melalui uji pendekatan (proksimat)
kandungan protein, lemak, serat, air dan energi gross.
5. Pengujian kimiawi dan biologis lebih mahal karena membutuhkan
bahan-bahan kimia dan peralatan budidaya yang harganya mahal.
LEMBAR KUNCI JAWABAN
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 32
LKJLL 5
1. D
2. D
3. D
4. D
5. D
LKJLL 6
1. B
2. B
3. B
4. B
5. S
KUNCI JAWABAN
1. a. Bahan baku pakan tidak boleh bersaing dengan bahan makanan
manusia
b. Ketersediaan bahan-bahan kontinyu
c. Harga murah
d. Kualitas gizi bagus
2. Dapat dilaksanakan pada kondisi fasilitas terbatas
3. Pada skala kecil dapat menggunakan mesin-mesin sederhana, namun
pada pabrik skala besar mesin-mesin sederhana kurang ekonomis
4. Pada skala rumah tangga pengujian lengkap tidak usah, cukup dengan
pengujian ujian nutrisi kasar berdasarkan kadar nutrisi sumber bahan
kasar
5. a. Bahan untuk pengemas produk ialah karung plastik, kertas semen,
plastik tebal dan alumunium foil
b. Pertimbangan sebelum penyimpanan di gudang ialah kebersihan
umum ruangan, keseimbangan keluar masuk barang, saluran
buangan dan sampah harus tersendiri, ukuran bantalan kayu dan
posisi penumpukan barang.
6. Kebutuhan yang harus dipersiapkan ialah : mesin yang diperlukan, modal
uang, tenaga kerja, dan faktor pendukung seperti bagian pemasaran,
bagian keuangan, suplier bahan baku, transportasi dan komunikasi.
LEMBAR KUNCI JAWABAN
SMK
Pertanian
Kode Modul
SMKP2L01-
06BIK
Membuat Pakan Ikan Buatan 33
1. Anggorodi, R., 1979. Ilmu Makanan Ternak Umum Gramedia,
Jakarta, 1979
2. FAO, 1980, Fish Feed Technology. United Nations Development
Programme, FAO United Nations, Rome, 395 P
3. Maynard, L.A., J.K. Loosli, H.F. Hintz, R.G. Warner, 1979, Animal
Nutrition, Mc. Graw Hill., Inc. 602 P.
4. NRC, 1983, Nutrient Requirement of Warm Water Fishes &
Shellfishes, National Academy Press, Washington DC. 102 P
5. Rasyaf, M. 1990, Bahan Makanan Unggas di Indonesia Kanisius,
Yogyakarta, 118 hal.
6. Rostika, R., 1997, Performan Juwanan Ikan mas yang dipengaruhi
berbagai imbangan protein-energi pada pakan. Tesis
Universitas Padjadjaran, tidak dipublikasikan, 145 hal.
7. Sumeru, S.U., dan Anna S., 1992, Pakan Udang Windu Kanisius,
Yogyakarta, 94 hal.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar