Kamis, 22 Juli 2010

JENIS-JENIS PAKAN IKAN

JENIS-JENIS PAKAN IKAN
Pakan Hidup
Pakan hidup terdiri dari:
• ikan hidup, cacing, invertebrata akuatik, seperti Daphnia atau Artemia, larva serangga seperti Bloodworm, dan jentik nyamuk
• Infusoria, rotifera, paramecium
Beberapa jenis dapat dibeli, sedangkan jenis yang lain harus dikumpulkan sendiri.

Keuntungan: Banyak pakan hidup merupakan pakan alami ikan yang bersangkutan atau setidaknya setara dengan pakan alaminya. Pakan tersebut mengandung banyak serat sehingga pencernaannya akan tetap terjaga dengan baik. Pakan hidup dapat membantu ikan untuk memasuki kondisi kawin dan merangsang masa kawin, terutama, pada spesies-spesies yang masa kawinnya di alam didahului dengan meningkatnya pesediaan pakan hidup.

Kerugian: Seringkali pakan hidup bersifat musiman, sehingga pada saat tertentu sulit didapat. Dapat membawa hama dan penyakit, seperti cacing sutera (Tubifex sp), yang hidup pada lumpur tercemar, sehingga bisa mengimpor bakteri terhadap lingkungan akuarium. Hama seperti larva capung atau hydra bisa secara tidak sengaja ( melalui Daphnia atau Cyclops) masuk ke akuarium dan memangsa burayak.
Setiap akuaris harus dapat mempertimbangkan pemberian pakan hidup ini dengan sagala resikonya, dengan mengembangkan cara-cara pencegahan yang memadai.

Pakan Segar
Beberapa jenis makanan manusia kurang lebih bisa sesuai untuk pakan ikan. Meskipun demikian, perlu dipilih yang benar-benar cocok atau setara dengan pakan alami ikan yang bersangkutan. Pemberian pakan binatang lain, seperti pakan untuk mamalia atau burung, walaupun sebelumnya sering digunakan, kaya dengan asam-asam lemak tapi dari jenis yang salah, sehingga perlu diseleksi dengan baik atau dihindarkan. Hal tersebut bisa menimbulkan kegemukan pada ikan atau membentuk timbunan lemak yang merusak.

Keuntungan: Sayuran seperti selada, bayam dan mentimun, dan sayuran darat lainnya akan berguna bagi ikan herbivora dan hanya akan dimakan oleh ikan jenis tersebut Perlu diperhatikan sayuran darat tersebut mengandung lebih banyak selulosa dibandingakn dengan tanaman air, sehingga perlu dilayukan dulu sebelum diberikan untuk manghancurkan selulosanya sehingga menjadi lebih mudah dicerna. Daging udang, atau kerang-kerangan merupakan pakan alami akuatik yang cocok. Pakan tersebut, pada saat ini, lebih sering digunakan untuk menggantikan protein hewan asal mamalia. Daging ikan segar merupakan pakan bagi ikan piscivora.
Kerugian: Sayuran bisa mengandung cemaran bahan-bahan kimia akibat aktifitas pertanian intensif, kecuali sayuran tersebut ditanam secara organik (biologik).

Pakan Beku
Beberapa bentuk "pakan hidup" dan segar tersedia dalam bentuk beku.
Keuntungan: Meskipun pakan beku ini telah kehilangan "geliat"nya, banyak ikan yang menyukainya, terutama dari jenis "pakan hidup" seperti bloodworm beku. Meskipun tidak 100% aman, pakan tersebut lebih sedikit resikonya dalam menularkan penyakit. Dengan dibekukan maka pakan ini bisa tersedia sepanjang tahun, sehingga dapat mengatasi kendala musim.
Kerugian: Kadar airnya tinggi. Air ini bisa mengandung hara-hara yang bisa mencemari air akuarium. Beberapa pakan hidup beku, seperti Daphnia, mengalami disintegrasi pada saat dibekukan, sehingga pada saat dicairkan akan menghasilkan larutan air yang kaya akan unsur hara. Hal ini sangat berpotensial untuk menimbulkan pencemaran. Air pada artemia beku bisa bersifat asin, dan menyumbangkan unsur Na pada air akuarium.
Beberapa orang merasa tidak sreg apabila pakan binatang disatukan dengan pakan manusia bersama-sama dalam satu akuarium. Meskipun demikian, dari segi higienis tidak akan menimbulkan masalah selama pakan tersebut dipisahkan dalam kontainer yang berbeda dan freezer selalu bekerja dengan baik

Pakan Botolan
Pakan botolan dari jenis pakan hidup merupakan temuan yang relatif baru dan masih terus dikembangkan. Contoh awal pakan botolan ini ternyata tidak disukai oleh ikan karena kehadiran bahan-bahan pengawet.
Keuntungan: Seperti halnya pakan beku, tetapi dalam hal ini tidak memerlukan mesin pendingin dan tidak terjadi disintegrasi bahan seperti terjadi pada saat pencairan pakan beku.
Kerugian: Sulit disukai oleh ikan karena terdapatnya bahan pengawet.

Pakan Beku Kering
Berbagai pakan dalam bentuk beku kering sudah tersedia
Keuntungan: Metoda yang digunakan menyebabkan pakan relatif steril dari penyakit
Kerugian: Berapa ikan enggan memakan jenis pakan ini. Perendaman sering bisa membantu ikan untuk menyukai pakan tersebut. Pakan jenis ini bisa kehilangan kandungan vitaminnya.

Pakan Kering
Pakan jenis ini merupakan pakan ikan paling populer. Meskipun produsen pakan ikan kering telah mebuat pakan kering ini sedemikian rupa sehingga cocok untuk ikan karnivra, herbivora, dan omnivora, terdapat kecenderungan mereka memproduksi jenis khusus yang berbeda untuk karnivora dan herbvora. Untuk itu perlu diperhatikan dengan baik pada saat membeli pakan kering yang bersangkutan. Sangat penting dipertimbangkan agar hanya membeli pakan-pakan yang telah diformulasikan secara saintifik dan diproduksi oleh perusahan berepusasi baik, serta khusus dipertuntukkan bagi ikan, meskipun pakan kering lain dengan harga lebih murah tersedia.
Keuntungan: Mudah dalam penyimpanan dan penggunaan; tersedia secara konstan; semua elemen-elemen esensial yang diperlukan ikan telah disediakan dengan baik; tidak ada bahaya pencemaran hama dan penyakit.
Kerugian: Terdapat kecenderungan pakan kering saat ini dibuat lebih pekat dan lebih mudah dicerna, sedangkan para akuaris cenderung boros dalam pemberian. Hal ini dapat memicu terjadinya pencemaran amonia dan nitrit. Beberapa jenis ikan menunjukkan gejala kurus, dan mengalami kelainan pencernaan apabila hanya diberikan pkan kering saja, dan beberapa jenis lainnya enggan memakan pakan kering. Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin C terdegradasi dalam penyimpanan yang lama. Pakan kering dalam bentuk flake cenderung rawan terhadap pencucian vitamin pada saat kontak dengan air akuarium dibandingkan dengan pellet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar